
Koleksi ini menampilkan tiga spesimen batuan, dua di antaranya adalah Granit murni dan satu adalah gabungan Granit dengan mineral lain, semuanya diletakkan di atas alas kayu presentasi berwarna cokelat kemerahan. Granit adalah batuan beku intrusif yang terbentuk dari pendinginan magma di bawah permukaan bumi, dikenal dengan tekstur kristalin yang kasar dan bintik-bintik mineralnya.
Spesimen pertama (kiri) adalah potongan Granit dengan permukaan yang agak kasar, berwarna cokelat kekuningan hingga krem, menampilkan tekstur butiran yang jelas. Bentuknya tidak beraturan dan menunjukkan jejak-jejak pelapukan alami. Spesimen kedua (tengah) sangat mencolok karena merupakan bongkahan besar yang didominasi oleh kristal Kuarsa berwarna putih susu, bercampur dengan bagian yang menunjukkan warna ungu pucat atau lavender, kemungkinan besar adalah Amethyst atau varian Kuarsa lainnya. Ini mengindikasikan bahwa spesimen ini adalah Granit dengan inklusi mineral Kuarsa dan Amethyst yang signifikan.
Spesimen ketiga (kanan) adalah potongan Granit yang lebih gelap, berwarna abu-abu kecoklatan, dengan tekstur butiran yang lebih padat dan rata dibandingkan spesimen pertama. Permukaannya lebih seragam dan menunjukkan komposisi mineral yang khas dari Granit. Spesimen pertama berasal dari Sitiung, Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung. Spesimen kedua berasal dari Sumpur, Khusus Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung. Sementara itu, spesimen ketiga berasal dari Kabupaten Padang Pariaman. Keberadaan granit di wilayah-wilayah ini menegaskan kekayaan geologis Sumatera Barat dengan formasi batuan beku yang luas.
