Piring/Nampan Logam Berukir (kiri)
Objek pertama berbentuk bundar dan terbuat dari logam berwarna gelap. Permukaannya dihiasi dengan ukiran timbul yang jelas dan detail, menampilkan motif makhluk mitologi kemungkinan naga yang dikelilingi oleh pola ombak atau awan. Benda ini biasanya berfungsi sebagai piring hiasan, dulang (nampan dengan kaki rendah), atau bahkan nampan persembahan. Dalam konteks adat Minangkabau, piring ini kerap digunakan untuk menyajikan makanan, mempersembahkan barang pusaka, atau sebagai bagian dari upacara penting.
Cetakan Kue Bolu Motif Ikan (kanan)
Objek kedua berupa cetakan tunggal berbentuk seekor ikan, terbuat dari kuningan berwarna kuning keemasan. Pada bagian tubuhnya terdapat label bertuliskan “CETAKAN KUE BOLU.” Fungsi utamanya jelas sebagai loyang atau cetakan kue tradisional, khususnya untuk membuat kue bolu bakar atau kue bahulu. Bentuk ikan yang dihasilkan dari cetakan ini memberi tampilan menarik pada kue, sementara bahan kuningan mencerminkan teknik pembuatan alat dapur tradisional yang dahulu umum digunakan di berbagai daerah di Indonesia.

