
Piring-piring dekorasi, yang dapat disebut sebagai piring hias atau piring hiasan, memasuki wilayah Sumatera Barat melalui jalur perdagangan dari Tiongkok, Eropa, dan Jepang. Piring-piring keramik ini memiliki banyak motif seperti bunga, naga, dan lain-lainnya.
Tidak hanya menjadi hiasan rumah dan wadah makan, piring-piring tersebut memiliki simbol keberhasilan ekonomi bagi urang rantau (keluarga Minang yang merantau) karena motifnya yang memancarkan kemewahan dan status sosial yang tinggi sehingga banyak keluarga Minang menyimpan piring-piring ini sebagai hiasan yang dapat mempercantik rumah mereka.
