Benda Budaya – Batu Obsidian

Koleksi ini menampilkan dua spesimen Obsidian, batuan beku vulkanik yang terbentuk dari pendinginan lava yang sangat cepat sehingga menghasilkan tekstur kaca khas tanpa kristal mineral yang terlihat. Kedua spesimen ini diletakkan di atas alas kayu berwarna cokelat kemerahan yang berfungsi sebagai dasar presentasi.

Spesimen pertama (kiri) merupakan potongan obsidian dengan permukaan yang sebagian besar halus dan mengkilap, memantulkan cahaya layaknya kaca. Spesimen kedua (kanan) juga merupakan obsidian, namun permukaannya tampak lebih kasar dan sedikit buram, dengan beberapa bagian memperlihatkan kilau kaca dan bagian lain yang lebih kusam.

Kedua spesimen ini berasal dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dengan salah satunya secara khusus ditemukan di daerah Koto Bani. Kabupaten Solok dikenal sebagai wilayah yang kaya akan aktivitas vulkanik, sehingga keberadaan obsidian—hasil dari proses erupsi gunung berapi—merupakan fenomena geologis yang umum dan penting di daerah ini. Obsidian memiliki nilai sejarah karena sering dimanfaatkan oleh masyarakat prasejarah untuk membuat alat-alat tajam.