Loading available options...
Overview
- Duration:4 hours 30 minutes
- Language:Indonesia
Bayangkan Anda berdiri di puncak tertinggi Sumatera, dikelilingi lautan awan, dengan kawah aktif membentang gagah di hadapan Anda. Dari ketinggian 3.805 mdpl, mata bisa menjangkau Samudra Hindia, lembah-lembah Jambi, hingga perbukitan Sumatera Barat.”
Itulah Gunung Kerinci, gunung berapi aktif sekaligus ikon petualangan di Pulau Sumatera. Terletak di Pegunungan Bukit Barisan, jalur pendakiannya dapat diakses dari Kabupaten Solok Selatan, tepatnya melalui Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir. Kawasan ini masuk ke dalam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), habitat satwa langka seperti Harimau Sumatera dan surga bagi pecinta ekowisata.
Gunung Kerinci memikat dengan perpaduan panorama alam dramatis dan tantangan petualangan.
• Puncak setinggi 3.805 mdpl – titik tertinggi di Sumatera, dengan kawah besar berdiameter ±600 meter.
• Panorama dari puncak – pada hari cerah, Anda bisa melihat Kota Padang, Jambi, hingga birunya Samudra Hindia.
• Lanskap berlapis – mulai dari kebun teh, hutan hujan tropis dengan pepohonan raksasa, hutan lumut yang magis, hingga vegetasi alpine yang jarang dijumpai di Indonesia.
• Keanekaragaman flora & fauna – kantong semar, anggrek liar, burung endemik, bahkan satwa langka yang menjadikan TNKS situs UNESCO.
• Kebun Teh Liki – spot cantik di kaki gunung yang bisa dinikmati tanpa harus mendaki sampai puncak.
Bagi pecinta petualangan, mendaki hingga puncak Kerinci adalah pengalaman sekali seumur hidup. Namun, ada juga pilihan aktivitas ringan yang bisa dinikmati wisatawan umum.
• Pendakian penuh (3–4 hari) – nikmati jalur hutan tropis, berkemah di pos pendakian, lalu saksikan sunrise dari “atap Sumatera”.
• Trekking ringan – cukup sampai pintu rimba atau pos awal untuk merasakan segarnya hutan dan udara pegunungan.
• Wisata alam di kaki gunung – bermain di sungai, menyusuri air terjun, atau berfoto dengan latar Gunung Kerinci yang gagah.
• Fotografi alam – berburu momen matahari terbit/terbenam, lanskap kebun teh, hingga potret flora langka.
• Ekowisata & edukasi – pengamatan burung, satwa liar, dan flora hutan tropis.
Gunung Kerinci bukan hanya gunung tertinggi di Sumatera, tetapi juga gunung berapi aktif dengan ekosistem berlapis yang unik. Jalur pendakian via Solok Selatan (Bangun Rejo, Nagari Lubuk Gadang Selatan) relatif baru, lebih landai dibanding jalur klasik Kersik Tuo (Jambi), dan terus ditingkatkan infrastrukturnya.
Setiap langkah di jalur pendakian Kerinci adalah pertemuan dengan wajah baru alam Sumatera: teduhnya hutan, dinginnya kabut, hingga langit biru luas di puncak
Gunung Kerinci adalah perpaduan tantangan petualangan dan kemegahan alam Sumatera. Dari jalur pendakian di Solok Selatan, setiap langkah membawa Anda lebih dekat pada “atap Sumatera” dengan panorama yang tiada duanya.
image source:
https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kerinci#/media/Berkas:Uprising-mount_kerinci.jpg
https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kerinci#/media/Berkas:Tanaman_Khas_Di_Gunung_Kerinci_Yang_Unik.jpg
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Gunung_Kerinci.jpg
https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kerinci#/media/Berkas:Pemandangan_Gunung_Kerinci_01.jpg
Itulah Gunung Kerinci, gunung berapi aktif sekaligus ikon petualangan di Pulau Sumatera. Terletak di Pegunungan Bukit Barisan, jalur pendakiannya dapat diakses dari Kabupaten Solok Selatan, tepatnya melalui Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir. Kawasan ini masuk ke dalam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), habitat satwa langka seperti Harimau Sumatera dan surga bagi pecinta ekowisata.
Gunung Kerinci memikat dengan perpaduan panorama alam dramatis dan tantangan petualangan.
• Puncak setinggi 3.805 mdpl – titik tertinggi di Sumatera, dengan kawah besar berdiameter ±600 meter.
• Panorama dari puncak – pada hari cerah, Anda bisa melihat Kota Padang, Jambi, hingga birunya Samudra Hindia.
• Lanskap berlapis – mulai dari kebun teh, hutan hujan tropis dengan pepohonan raksasa, hutan lumut yang magis, hingga vegetasi alpine yang jarang dijumpai di Indonesia.
• Keanekaragaman flora & fauna – kantong semar, anggrek liar, burung endemik, bahkan satwa langka yang menjadikan TNKS situs UNESCO.
• Kebun Teh Liki – spot cantik di kaki gunung yang bisa dinikmati tanpa harus mendaki sampai puncak.
Bagi pecinta petualangan, mendaki hingga puncak Kerinci adalah pengalaman sekali seumur hidup. Namun, ada juga pilihan aktivitas ringan yang bisa dinikmati wisatawan umum.
• Pendakian penuh (3–4 hari) – nikmati jalur hutan tropis, berkemah di pos pendakian, lalu saksikan sunrise dari “atap Sumatera”.
• Trekking ringan – cukup sampai pintu rimba atau pos awal untuk merasakan segarnya hutan dan udara pegunungan.
• Wisata alam di kaki gunung – bermain di sungai, menyusuri air terjun, atau berfoto dengan latar Gunung Kerinci yang gagah.
• Fotografi alam – berburu momen matahari terbit/terbenam, lanskap kebun teh, hingga potret flora langka.
• Ekowisata & edukasi – pengamatan burung, satwa liar, dan flora hutan tropis.
Gunung Kerinci bukan hanya gunung tertinggi di Sumatera, tetapi juga gunung berapi aktif dengan ekosistem berlapis yang unik. Jalur pendakian via Solok Selatan (Bangun Rejo, Nagari Lubuk Gadang Selatan) relatif baru, lebih landai dibanding jalur klasik Kersik Tuo (Jambi), dan terus ditingkatkan infrastrukturnya.
Setiap langkah di jalur pendakian Kerinci adalah pertemuan dengan wajah baru alam Sumatera: teduhnya hutan, dinginnya kabut, hingga langit biru luas di puncak
Gunung Kerinci adalah perpaduan tantangan petualangan dan kemegahan alam Sumatera. Dari jalur pendakian di Solok Selatan, setiap langkah membawa Anda lebih dekat pada “atap Sumatera” dengan panorama yang tiada duanya.
image source:
https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kerinci#/media/Berkas:Uprising-mount_kerinci.jpg
https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kerinci#/media/Berkas:Tanaman_Khas_Di_Gunung_Kerinci_Yang_Unik.jpg
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Gunung_Kerinci.jpg
https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kerinci#/media/Berkas:Pemandangan_Gunung_Kerinci_01.jpg
Highlights
- Pastikan sudah berpengalaman atau menggunakan pemandu lokal.
- Bawa perlengkapan lengkap: jaket tebal, sepatu gunung anti-slip, headlamp, tenda, dan logistik cukup.
- Urus Simaksi (izin masuk TNKS) sebelum pendakian.
- Cek kondisi cuaca dan status aktivitas vulkanik.
- Hormati alam: jangan meninggalkan sampah dan ikuti aturan jalur resmi.
- Pintu masuk via Solok Selatan: Bangun Rejo, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir.
- Dari Padang Aro (ibukota Solok Selatan): ±20 menit perjalanan.
- Dari Kota Padang: ±4,5 jam (170 km).
- Biaya masuk TNKS: WNI: Rp 7.500 – Rp 20.000/hari Wisatawan asing: lebih tinggi (cek update resmi TNKS)
- Durasi pendakian: 3–4 hari (naik–turun).
- Waktu terbaik: Musim kemarau (April–Oktober), terutama pagi atau sore hari untuk panorama terbaik.
- Akomodasi: Homestay & penginapan sederhana tersedia di Padang Aro, Bangun Rejo, dan Nagari sekitar.
- Kuliner: Warung dan rumah makan lokal menyajikan masakan Minangkabau otentik—rendang, gulai, hingga nasi kapau.
- Tempat ibadah: Masjid tersedia di Padang Arok dan nagari sekitar untuk sholat sebelum/sepulang mendaki.
Etika Kunjungan
Gunakan pakaian sopan dan tertutup
Hargai waktu salat dan aktivitas jamaah
Membuat keributan
Berfoto di area salat utama tanpa izin
Make enquiry
Have a question before booking? Message us to learn more.
Kamu mungkin suka...
Ngarai Sianok: Surga Lembah Nan Dramatis
Location
Pesona Alam dari Negeri Minangkabau
Menyusuri Lorong Sejarah di Lobang Jepang Bukittinggi
Location
Pesona Alam dari Negeri Minangkabau
Jam Gadang: Ikon Waktu dan Kebanggaan Kota Bukittinggi
Location
Pesona Alam dari Negeri Minangkabau










